Categories
Pendidikan

Bekicot Adalah

Bekicot Adalah

BEKICOT (Achatina sp.)

Bekicot yang dulu dikenal sebagai hama tanaman ini, sekarang sudah mulai dibudidayakan orang untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri. Melihat kondisi masyarakat kita pada umumnya di pedesaan, kebutuhan akan protein hewani sulit terpenuhi. Sebab harga makanan sumber protein hewani relatif mahal, dan sulit diperoleh. Oleh sebab itu perlu diupayakan sumber protein hewani yang murah dan mudah diupayakan. Salah satu sumber protein yang sekarang mulai dilirik orang yaitu bekicot. Dari segi protein, bekicot tidak kalah bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, telur dan sebagainya. Selain untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, bekicot ini juga bisa mendatangkan penghasilan yang cukup bila pengelolaannya benar.

Secara historis diperoleh kepastian bahwa bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Selanjutnya karena mudah berkembang biak, menyebar ke seluruh kawasan dunia, mulai dari kepulauan Bismark di Inggris, Birma, Ceylon (Srilanka), Cina, Hawai, Hongkong, India, Jepang, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Di negara kita bekicot pertama kali ditemukan tahun 1922 di Buitenzorg (sekarang Bogor) yang masuk melalui Singapura. Pada zaman Jepang bekicot banyak dimanfaatkan di beberapa daerah di negara kita untuk dimakan. Setelah masa kemerdekaan hewan ini sudah tidak dihiraukan lagi. Baru beberapa tahun terakhir ini bekicot mulai ramai lagi dibicarakan karena banyak mendatangkan keuntungan. Akhirnya bermunculanlah pedagang dan peternak bekicot yang semuanya ingin mereguk keuntungan.

Di dalam negeri umumnya bekicot masih dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sedangkan di luar negeri seperti Prancis, Jerman, dan Jepang banyak yang memanfaatkan bekicot sebagai makanan. Untuk memenuhi kebutuhan akan bekicot, negara-negara tersebut perlu mendatangkan dari negara lain termasuk Indonesia. Keadaan seperti ini merupakan angin segar bagi peternak di Indonesia untuk membudidayakan bekicot secara intensif yang nantinya dapat diekspor. Di pasar internasional, sasaran ekspor Indonesia adalah Belanda, Jerman Barat, Kanada, Belgia, Luxemburg, Taiwan, Singapura, Hongkong, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan yang terbesar ke negara Escargot yaitu Prancis.

Program pemerintah adalah peningkatan produksi ekspor nonmigas. Oleh karena itu, dalam menunjang kebijaksanaan pemerintah dan juga dukungan terhadap program pembangunan perikanan dan peternakan, perlu diusahakan pola budidaya bekicot yang dapat dikerjakan oleh masyarakat luas dan dapat dijadikan lapangan kerja Baru.

Klasifikasi dan Identifikasi Bekicot

Bekicot merupakan hewan lunak (moluska) dari kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Memang , bekicot menggunakan bagian bawah tubuhnya (perut) untuk berjalan. Berbeda dengan jenis keong air yang berinsang, bekicot menggunakan paru-paru untuk bernapas, sehingga bekicot dimasukkan ke dalam ordo Pulmonata. Secara rinci bekicot dikelompokkan ke dalam famili Achatinidae. Dari famili ini ada dua jenis bekicot yang terdapat di Indonesia yaitu Achatina fulica dan Achatina variegata.

Perbedaan kedua jenis bekicot tersebut dapat dilihat secara mudah dari bentuk cangkang dan pola garis cangkang. Achatina fulica bercangkang lebih ramping (runcing) dan pola garis pada cangkangnya tidak terlalu nyata (halus). Sedangkan Achatina variegata berpenampilan lebih bulat (gemuk) dan pola garis cangkangnya lebih tegas berwarna cokelat lenggak-lenggok.