Categories
Pendidikan

Pajak Hiburan

Pajak Hiburan

Pajak Hiburan
Pengertian Pajak Hiburan

Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan. Selain itu, Pajak Hiburan dapat pula diartikan sebagai pungutan daerah atas penyelenggaraan hiburan. Dalam pemungutan Pajak Hiburan terdapat beberapa terminologi yang perlu diketahui. terminologi tersebut antara lain:
· Hiburan adalah semua jenis pertunjukkan, permainan, permainan ketangkasan, dan atas keramaian dengan nama dan bentuk apa pun, yang ditontotn atau dinikmati oleh setiap orang dengan dipungut bayaran, tidak termasuk penggunaan fasilitas untuk berolahraga.
· Penyelenggara hiburan adalah orang pribadi atau badan yang bertindak baik untuk atas namanya sendiri atau badan yang bertindak baik untuk atas namanya sendiri atau untuk dan atas nama pihak lain yang menjadi tanggungannya dalam menyelenggarakan suatu hiburan.
· Penonton atau pengunjung adalah setiap orang yang menghadiri suatu hiburan untuk melihat dan atau mendengar atau menikmatinya atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara hiburan, kecuali penyelenggara, karyawan, artis (para pemain), dan petugas yang menghadiri untuk melakukan tugas pengawasan.
· Pembayaran adalah jumlah yang diterima atau seharusnya diterima dalam bentuk apa pun untuk harga pengganti yang diminta atau seharusnya diminta wajib pajak sebagai penukar atas pemakaian dan atau pembelian jasa hiburan serta fasilitas penunjangnya termasuk pula semua tambahan dengan nama apa pun juga yang dilakukan oleh wajib pajak yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan hiburan. Termasuk dalam pengertian pembayaran adalah jumlah yang diterima atau seharusnya diterima, termasuk yang akan diterima, antara lain pembayaran yang dilakukan tidak secara tunai.
· Tanda masuk adalah semua tanda atua alat atau cara yang sah dengan nama dan dalam bentuk aapa pun yang dapat digunakan untuk menonton, menggunakan fasilitas, atau menikmati hiburan. Tanda atau alat atau cara yang sah adalah berupa tanda masuk yang dilegalsasu oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota. Termasuk tanda masuk di sini adalah tanda masuk dalam bentuk dan dengan nama apa pun, misalnya karcis, tiket undangan, kartu langganan, kartu anggota (membership), dan sejenisnya.
· Harga tanda masuk, selanjutnya disingkat HTM, adalah bayaran nilai uang yang tercantum pada tanda masuk yang harus dibayar oleh penonton atau pengunjung.

 

Objek Pajak

Disebutkan dalam UU PDRD No 28 tahun 2009 Pasal 42 bahwa:
1. Objek Pajak Hiburan adalah jasa penyelenggaraan Hiburan dengan dipungut bayaran.
2. Hiburan tersebut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:
a. tontonan film;
b. pagelaran kesenian, musik, tari, dan/atau busana;
c. kontes kecantikan, binaraga, dan sejenisnya;
d. pameran;
e. diskotik, karaoke, klab malam, dan sejenisnya;
f. sirkus, akrobat, dan sulap;
g. permainan bilyar, golf, dan boling;
h. pacuan kuda, kendaraan bermotor, dan permainan ketangkasan;
i. panti pijat, refleksi, mandi uap/spa, dan pusat kebugaran (fitness center);dan
j. pertandingan olahraga.

Penyelenggaraan Hiburan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikecualikan dengan Peraturan Daerah.

 

Subjek Pajak dan Wajib Pajak

Disebutkan dalam UU PDRD No 28 tahun 2009 Pasal 43 bahwa:
1. Subjek Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati Hiburan.
2. Wajib pajak hiburan adalah orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan hiburan.

 

Dasar Pengenaan Pajak

Disebutkan dalam UU PDRD No 28 tahun 2009 Pasal 44 bahwa:
1. Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang diterima atau yang seharusnya diterima oleh penyelenggara Hiburan.
2. Jumlah uang yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk potongan harga dan tiket cuma-cuma yang diberikan kepada penerima jasa Hiburan.

 

Tarif Pajak

Disebutkan dalam UU PDRD No 28 tahun 2009 Pasal 45 bahwa:
1. Tarif Pajak Hiburan ditetapkan paling tinggi sebesar 35% (tiga puluh lima persen).

2. Khusus untuk Hiburan berupa pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, klab malam, permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uap/spa, tarif pakak Hiburan dapat ditetapkan paling tinggi sebesar 75% (tujuh puluh lima persen).

3. Khusus Hiburan kesenian rakyat/tradisional dikenakan tarif Pajak Hiburan ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen).

4. Tarif Pajak Hiburan ditetapkan dengan Peraturan Daerah

Besaran Pajak Terutang

Disebutkan dalam UU PDRD No 28 tahun 2009 Pasal 46 bahwa:
Besaran pokok pajak Hiburan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (4) dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 44. Pajak Hiburan dipungut di wilayah daerah tempat hiburan diselenggarakan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Strategi Relationship

Strategi Relationship

Strategi Relationship

Setelah pasar sasaran ditetapkan, lalu kita juga berhasil melakukan diferensiasi produk & pemosisian merek, langkah selanjutnya adalah bagaimana agar pasar sasaran menjadi pelanggan yg loyal. Sudah terbukti bahwa pelanggan yg loyal jauh lebih menguntungkan dibanding pelanggan yg berpindah-pindah. Selain itu, menurut Little & Marandi (2003), ada beberapa perkembangan yg menyebabkan perlunya relationship marketing (RM), yaitu :

  • Globalisasi Pasar. Menyebabkan persaingan yg ketat pada berbagai bidang. Maka, memperoleh & mempertahankan pelanggan menjadi keharusan.
  • Perkembangan Baru dalam Bidang Teknologi. Perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi, lebih spesifik lagi internet, memungkinkan perusahaan menjalin interaksi dengan pelanggan secara individual. Selain itu, produk dapat dikastemisasi untuk mikro segmen, bahkan utk pelanggan perseorangan.
    More demanding customer. Meningkatnya pilihan merek (yg menyebabkan kompetisi tinggi) berjalan seiring dengan meningkatnya daya beli & keinginan konsumen. Sekali pun kualitas sebuah merek baik, seorang konsumen masih mungkin mempertimbangkan pilihan lain utk memperoleh harga terbaik atau utk memperoleh variasi saja. Karena itu, perusahaan banyak yg menerapkan program loyalitas (seperti kartu anggota), bahkan yg lebih komprehensif, menerapkan pemasaran relasional.
  • Kesadaran bahwa kepuasan tidak otomatis menghasilkan loyalitas. Utk mempertahankan pelanggan tidak cukup dengan hanya memuaskan mereka. Memang kepuasan adalah prasyarat loyalitas. Akan tetapi, utk menjadi loyal, diperlukan program pemasaran khusus, yg oleh Cross & Schmitt (1997) disebut customer bonding, yg salah satunya adalah relationship bonding, yg dalam penerapannya artinya sama dengan pemasaran relasional.
  • Fragmentasi Media. Berbagai media massa bersaing ketat utk memperebutkan audiens saat ini. Audiens akhirnya terpecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil sesuai dengan media yg mereka ekspos. Karena itu, komunikasi pemasaran melalui media massa semakin mahal & semakin kurang efektif. Diperlukan alternatif komunikasi dengan pelanggan. Pemasaran relasional dapat memberi jalan keluar atas masalah ini.
  • Pencarian berkelanjutan utk nilai tambah dan keunggulan bersaing. Dalam persaingan yg tinggi, di mana core product cenderung sama, serta loyalitas pelanggan yg semakin rendah, perusahaan-perusahaan berupaya mendapatkan sumber keunggulan baru, salah satunya melalui RM. Mengutip Kotler, Ed Little & Ebi Marandi (2003) mengatakan bahwa produk terdiri dari 3 level. Paling dasar adalah produk inti: core product, yaitu apa yg sebenarnya ditawarkan perusahaan (what the company are really offer). Lalu, ada aktual produk, yaitu produk secara formal atau yg ada pada daftar. Kemudian, ada augmented product, yaitu nilai tambah, seperti garansi, pembelian kredit, program loyalitas & manfaat lainnya. RM dapat memberikan sumbangan pada augmented product ini, sehingga nilai total produk bertambah. Karena RM didasarkan pada komitmen & kepercayaan, keunggulan bersaing produk sulit ditiru.

 

Pengertian Relationship

Menurut Little & Marandi (2003), istilah relationship adalah utk hubungan berulang sukarela antara penjual & pelanggan. Perilaku direncanakan atau dilakukan secara sadar, koperatif, & dimaksudkan utk keuntungan bersama yg berkesinambungan. Lalu, kedua belah pihak menilainya sebagai relationship. Hubungan berulang karena terpaksa, misalnya tidak ada pilihan lain, bukanlah relationship. Walaupun listrik sering bayar pet tetap saja kita berlangganan listrik dengan PLN. Soalnya tidak ada pilihan lain. Ini contoh pembelian berulang yg bukan relationship.

Menurut Coviello, Brodie, Danaher, & Johnson (2002), pemasaran ditandai oleh proses yg multi kompleks yg dimanifestasikan dalam 4 aspek berbeda praktek pemasaran :

  • Transaction marketing. Dalam praktek ini, perusahaan mengelola marketing mix utk menarik & memuaskan pelanggan.
  • Database marketing. Pada tahap ini perusahaan sudah menggunakan alat penyimpan data berbasis teknologi untuk menarget & mempertahankan pelanggan.
  • Interaction marketing. Perhatian utama pada tahap ini adalah membangun hubungan antar pribadi (interpersonal relationship) utk menciptakan interaksi koperatif antara penjual & pembeli.
  • Network marketing, dengan mana perusahaan membangun relationship antar perusahaan utk mengkoordinasi kegiatan semua pihak yg terlibat demi kepentingan bersama, pertukaran sumberdaya, dll.

Pemasaran tingkat kedua, ketiga, & keempat masuk dalam ranah relationship marketing. Selanjutnya, praktek pemasaran dibagi ke dalam 2 golongan, yaitu transactional marketing (nomor 1) & relationship marketing (nomor 2 sampai 3).

Relationship marketing sendiri masih dapat digolongkan menjadi dyadic relationship & networking marketing. Dyadic relationship adalah relationship marketing yg memusatkan perhatian hanya pada relasi antara perusahaan & pelanggan. Termasuk di dalamnya adalah database marketing (nomor 2) & interaction marketing (nomor 3). Sedangkan dalam networking marketing, selain dengan pelanggan, relationship juga diperluas dengan stakeholder yg lain, seperti pemasok, distributor, pengecer, dll.

 

Relationship dengan Pelanggan

Dasar pemikiran yg melandasi pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan adalah mempertahankan pelanggan yg loyal jauh lebih menguntungkan dibanding mencari pelanggan baru. Pelanggan dimaksud bisa konsumen individu, rumah tangga, maupun organisasi komersil & non-komersil serta institusi pemerintah. Utk mengelola relationship dengan pelanggan dilakukanlah customer relationship management (CRM). Dalam kerangka hubungan dyadic, CRM diartikan sebagai proses sistematis utk mengelola inisiasi, pemeliharaan, & pemutusan customer relationship, yg mencakup semua kontak pelanggan, utk memaksimalkan nilai portofolio relasional (relationship portfolio) (Reinartz, Kraft, & Hoyer, 2002).

Hubungan antara perusahaan & para pelanggannya disebut portofolio karena memang perusahaan meletakkan bisnis pada banyak hubungan, sebagian diantaranya menguntungkan, sebagian merugikan (cost engineer), sebagian lagi malah membahayakan. Portofolio relasional menguntungkan apabila sebagian besar pelanggan adalah pelanggan menguntungkan. Proses CRM terdiri 3 bagian utama (Reinartz, Kraft, & Hoyer 2002), yaitu :

1. Inisiasi

Inisiasi dapat diartikan sebagai inisiatif penciptaan relationship. Dalam hubungan antara perusahaan & pelanggan, maka inisiatif pembentukan relationship berada pada pihak perusahaan. Karena itu, langkah pertama yg perlu dilakukan perusahaan adalah menentukan dengan pelanggan bagaimana relationship dibentuk. Idealnya, relationship dijalin dengan pelanggan yg menguntungkan. Pelanggan yg potensial berada pada posisi cost engineer & danger zone sebaiknya dihindari. Pelanggan pada zona ini diperlakukan dengan pemasaran transaksional. Pada sisi lain, pelanggan berada dalam situasi mengevaluasi, apakah lebih menguntungkan terlibat dalam relationship. Kalau terlibat, dengan mempertimbangkan benefit & cost, bentuk relationship mana, & dengan supplier mana, yg paling menguntungkan baginya.

Manajemen akuisi pelanggan berkaitan dengan proses perekrutan pelanggan dari seseorang yg belum dikenal (stranger) menjadi kenalan (acquaintance), dari kenalan menjadi teman (friend), & dari teman menjadi mitra (partner) (Johnson & Selnes, 2004). Dalam perekrutan pelanggan dari seseorang yg belum dikenal menjadi kenalan, nilai yg diberikan cukup rata-rata saja. Kepuasan pelanggan perlu dijamin. Pelanggan dikenai dengan harga yang fair. Dengan semakin seringnya transaksi, persepsi resiko & biaya semakin berkurang. Konsumen akan semakin terbiasa dengan perusahaan, sehingga transaksi berulang akan semakin terjadi. Keunggulan bersaing perusahaan atas pelanggan demikian terbatas. Sebab, nilai yg diberikan rata-rata & produk yg diperoleh pelanggan juga standar.

Peralihan dari kenalan menjadi teman memerlukan tawaran yg lebih unik & nilai yg berbeda, sehingga pelanggan bersedia meneriman harga yg lebih mahal. Pada saat ini kepercayaan sudah muncul dari kedua belah pihak. Keunggulan bersaing perusahaan juga lebih tinggi. Sebagai teman, pelanggan membutuhkan informasi lebih banyak tentang produk & perusahaan melalui iklan maupun mulut ke mulut (word-of-mouth communication). Apabila teman dijadikan menjadi mitra, maka relationship tidak lagi satu arah, melainkan 2 arah. Artinya, pelanggan & perusahaan berkedudukan sebagai pembeli & penjual secara bersamaan. Perusahaan menjual sesuatu kepada pelanggan & pelanggan juga dapat menjual sesuatu pada perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi kegiatan-kegiatan kedua pihak yg saling melengkapi. Penggerak utama relationship dalam tahap ini adalah kepercayaan & komitmen. Nilai yg lebih tinggi menjadi penarik bagi pelanggan utk terlibat sebagai mitra.

2.Pengelolaan
Pengelolaan berkaitan dengan 2 hal, yaitu:

  • mempertahankan hubungan menguntungkan selama mungkin dengan pelanggan,
  • mengoptimalkan hubungan dengan pelanggan.

Yang namanya relationship tidak utk seumur hidup. Semua perusahaan sadar akan hal ini. Tidak pada semua waktu berlangganan pula pelanggan menguntungkan. Katakanlah pelanggan menjalin relationship dengan kita selama 10 tahun. Bisa saja kalau tanpa pengelolaan, dia hanya menguntungkan pada 5 tahun pertama. Namun, dengan pengelolaan, waktu menguntungkan itu (profitable lifetime duration) dapat diperpanjang, katakanlah menjadi 9 tahun.

a. Evaluasi Pelanggan. Sebelum pengelolaan dilakukan, dilakukan dulu evaluasi utk mengetahui apakah pelanggan berada pada titik awal, tengah, maupun akhir masa menguntungkan. Kalau sudah berada di akhir masa berlangganan, perlu dievaluasi lagi apakah dilakukan penataan kembali (recovery) ataukah dibiarkan putus. Pengambilan keputusan tersebut dapat dibantu oleh persamaan multivariat utk mengidentifikasi status pelanggan.

b. Retensi. Retensi pelanggan dilakukan berdasarkan tingkat relationship yg terjalin antara perusahaan & pelanggan. Menurut Berry (1995), ada 3 pengikat antara perusahaan & pelanggan, sekaligus menentukan tingkat relationship, yaitu (1) retensi finansial. Retensi ini dilakukan melalui harga yg lebih rendah & keuntungan-keuntungan finansial lain yg diberikan perusahaan kepada pelanggan (seperti diskon kuantitas, undian, poin, voucher belanja, dll); (2) retensi melalui ikatan sosial antara perusahaan & pelanggan maupun antara pelanggan & pelanggan. Ikatan sosial antara perusahaan & pelanggan dilakukan dengan membuat hubungan yg lebih personal. Hubungan antar-pelanggan dibentuk melalui klub atau komunitas pelanggan. Sebagian klub dibentuk murni atas inisiatif pelanggan; (3) retensi melalui ikatan stuktural antara perusahaan & pelanggan. Dalam ikatan demikian, terjalin aktivitas bisnis perusahaan maupun aktivitas bisnis pelanggan.

3.Up-Selling/Cross-Selling
Ini merupakan kegiatan utk memaksimalkan transaksi antara perusahaan & pelanggan. Up selling berarti pelanggan membeli lebih banyak atau membeli versi produk yg lebih tinggi, sehingga uang yg dikeluarkan konsumen dari dompetnya utk perusahaan (wallet share) lebih banyak. Cross-selling (penjualan silang) adalah kejadian, di mana pelanggan tidak hanya membeli produk utama, akan tetapi juga produk lain dari perusahaan. Misalnya, produk utama PT. Pos Indonesia adalah layanan pengiriman surat & paket. Namun, perusahaan ini juga memiliki layanan yg lain, yaitu perbankan melalui Bank Pos maupun warung internet. Cross-selling terjadi apabila pelanggan juga memakai layanan perbankan atau warung internet, selain layanan pengiriman surat & paket. Tujuan cross selling juga utk meningkatkan wallet share.

4. Referrel Management

Penganjur (referral) merupakan seseorang atau sebuah organisasi yg merekomendasikan perusahaan (atau produknya) kepada calon pelanggan lain. Christopher, Payne & Balltine (2002) membedakan 2 kategori penganjur, yaitu pelanggan & bukan pelanggan. Penganjur pelanggan (customers referral) dibedakan lagi menjadi penganjur loyal (advocacy referral) & penganjur atas inisiasi perusahaan (company-initiated customer referral).

Penganjur loyal berpromosi kepada calon pelanggan lain atas dasar kecintaannya pada perusahaan (atau produknya). Kecintaan ini merupakan wujud loyalitas. Loyalitas sendiri merupakan hasil dari kepuasan, yg menghasilkan kepercayaan & komitmen. Penganjur loyal merupakan aset penting bagi perusahaan. Selain tidak dibayar, pengaruh mereka demikian kuat karena rekomendasi didasarkan atas pengalaman sendiri yg memuaskan.

Penganjur atas inisiasi perusahaan, dimana perusahaan melakukan pengarahan langsung agar pelanggan mau jadi penganjur. Pengarahan dilakukan dengan 2 cara utama, yaitu meminta pelanggan menjadi penganjur sukarela atau menawarkan nilai atas jasanya dalam bentuk komisi, program pemasaran bersama, mempromosikan timbal balik (pelanggan mempromosikan perusahaan, perusahaan juga mempromosikan pelanggan) & kesempatan bagi pelanggan membentuk jejaring (network) dengan pelanggan lain (Prince, 1997).

Oleh Christopher et al. (2002), penganjur bukan pelanggan dibagi ke dalam 4 golongan, yaitu :

  • Penganjur Umum. Kategori ini dapat dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu (1) penganjur profesional. Tipe ini melakukan perekomendasian perusahaan sebagai profesi. Istilah umum yg kita kenal adalah konsultan. Banyak badan usaha dalam negeri yg menjadi perwakilan perguruan tinggi luar negeri di Indonesia. Badan usaha itu terlibat dalam pameran, layanan informasi, & pendaftaran ke perguruan tinggi yg diwakilinya.
    penganjur ahli, yaitu kalangan yg didengarkan calon pelanggan atas dasar keahlian atau pengetahuan mereka pada bidang yg digeluguti perusahaan.
    penganjur spesifikasi, yaitu organisasi atau individu yg merekomendasikan produk yg sedang mereka gunakan. Contoh, tukang bangunan yg merekomendasikan pipa paralon yg sedang mereka pakai dalam bangunan.
    penganjur produk pengganti atau pelengkap (complemetary products). Anjuran ini dapat muncul karena individu atau organisasi sudah tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga menganjurkan produk pesaing. Bisa pula karena perusahaan (produk) sedang tidak bekerja. Misalnya, sebuah bengkel mobil menganjurkan pelanggan ke bengkel saingan karena alat mereka (misalnya pompa hidrolik) sedang rusak.
  • Penganjur Resiprokal. Sudah lama etika profesi pada beberapa bidang, seperti hukum & akunting, melarang penggunaan iklan & persaingan agresif. Sebagai gantinya, individu atau perusahaan pada bidang-bidang seperti itu, menggunakan penganjur resiprokal (reciprocal referrals) utk promosi. Misalnya, konsultan hukum Lauw Firm merekomendasikan konsultan akunting Akun Firm, begitu pula sebaliknya, Akun Firm merekomendasikan Lauw Firm.
  • Penganjur Berbasis Insentif. Sesuai dengan istilahnya, penganjur ini bukan pelanggan, tetapi bersedia merekomendasikan perusahaan (atau produknya) karena memperoleh insentif dari perusahaan. Cara ini sudah lama dijalankan pada bidang eceran. Seringkali pramuniaga ngotot merekomendasikan suatu merek karena dari setiap penjualan merek itu mereka mendapat sejumlah insentif.
  • Penganjur Staf. Staf dapat digunakan sebagai penganjur yg efektif. Partisipasi staf dapat terjadi secara sukarela atau dengan sejumlah insentif. Pada sebuah perguruan tinggi, seorang staf begitu yakin akan kualitas perguruan tinggi tempatnya bekerja. Sehingga, tanpa diminta, dia merekomendasikan perguruan tingginya kepada para calon mahasiswa. Pada perguruan tinggi lain, dibuat sistem perekrutan mahasiswa baru, di mana setiap staf berhak memperoleh insentif berupa 20% uang pembangunan yg disetorkan mahasiswa yg dibawanya.

5. Manajemen Pemutusan

Tahap ini didahului oleh evaluasi konsumen utk mengidentifikasi pelanggan yg dengannya relationship layak diakhiri. Kata diakhiri tidak berarti bahwa perusahaan tidak berhubungan bisnis lagi sama sekali dengan pelanggan. Yg diakhiri adalah relationship. Hubungan kembali pada bentuk paling sederhana, yaitu hubungan jual-putus (transactional). Dalam hubungan ini, pembeli diperlakukan sama seperti seseorang yg tidak dikenal (stranger) yang boleh saja melakukan transaksi dengan perusahaan. Penurunan derajat perlu dilakukan sedemikian agar pelanggan tidak kecewa & berubah menjadi orang yg menjelek-jelekkan perusahaan (devil advocate). Yg perlu ditekankan adalah penurunan derajat hubungan disebabkan oleh perilaku pelanggan sendiri yg tidak menginginkan adanya relationship. Pengelolaan dilakukan dengan program retensi pelanggan yg disebut juga program loyalitas (loyalty program). Ada berbagai bentuk program ini, seperti kartu anggota (seperti diterapkan Makro), poin atau diskon kumulatif.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak

Pajak merupakan sumber utama untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan suatu negara. Secara umum, tujuan adanya pajak adalah sebagai alat untuk memasukkan dana secara optimal ke Kas Negara berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku. Dan Pajak daerah merupakan sumber pendapatan daerah yang penting guna memenuhi kas daerah yang diperuntukkan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Serta merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah.

 

Permasalahan yang dihadapi oleh Daerah

Pada umumnya dalam kaitan penggalian sumber-sumber pajak daerah dan retribusi daerah yang merupakan salah satu komponen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. Untuk itu diperlukan intensifikasi dan ekstensifikasi subyek dan obyek pendapatan untuk mendongkrak penerimaan perpajakan di daerah. Dalam jangka pendek, kegiatan yang paling mudah dan dapat segera dilakukan adalah dengan melakukan intensifikasi terhadap obyek atau sumber pendapatan daerah yang sudah ada.

 

Dalam konteks Pajak Hiburan

Pemerintah kemudian memperluas basis Pajak Hiburan dengan membaginya ke dalam tiga kelompok tarif Pajak Hiburan yang diperkenankan bagi pemerintah kabupaten/kota untuk menariknya. Pertama, tarif maksimal 35% (tiga puluh lima persen), antara lain untuk pertunjukan sirkus, akrobat, sulap, dan tontonan film. Kedua, tarif maksimal 10% (sepuluh persen) khusus untuk hiburan kesenian rakyat dan tradisional. Ketiga, bertarif maksimal 75% (tujuh puluh lima persen), yakni untuk pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, klab malam, permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uap/spa.

 

Tujuan Umum Pajak

Digunakan oleh pemerintah sebagai alat mencapai untuk tujuan-tujuan tertentu (regulerend), seperti membatasi dan mengurangi konsumsi barang yang berdampak negatif secara sosial, salah satunya yaitu kenaikan tarif Pajak Hiburan untuk tempat-tempat hiburan tertentu sebesar 75%. Kenaikan pajak hiburan hingga 75 persen mulai 1 Januari mendatang dimaksudkan untuk menekan tingkat kunjungan ke tempat-tempat hiburan tertentu, seperti panti pijat, karaoke, dan sauna. Penetapan tarif tinggi itu tidak dimaksudkan untuk mengurangi pertumbuhan tempat hiburan mahal ini sebab harga bukan penentu utama datangnya konsumen ke tempat tersebut. Tarif ditinggikan dengan harapan pemerintah kabupaten/kota bisa mengambil manfaat maksimal.

 

Kenaikan tarif Pajak Hiburan pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009

Menurut Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Departemen Keuangan Budi Sitepu, ketiga jenis hiburan tersebut adalah hiburan mewah yang bukan tergolong kebutuhan pokok. Pajak tinggi itu ditetapkan pada jenis tempat hiburan tertentu yang dianggap memberikan pelayanan mewah dan dinikmati masyarakat berkecukupan. Tempat hiburan seperti panti pijat, karaoke, atau klab malam dikenai tarif tertinggi karena dianggap jasa mewah.

Hiburan tersebut dikenai tarif tertinggi karena tingkat elastisitas terhadap harga jual layanannya rendah. Artinya, meskipun tarif layanannya dinaikkan, tidak akan mengurangi jumlah konsumen sebab pengguna jasanya merupakan kelompok masyarakat kelas menengah ke atas. Dengan demikian, penetapan tarif tinggi itu tidak dimaksudkan untuk mengurangi pertumbuhan tempat hiburan mahal ini sebab harga bukan penentu utama datangnya konsumen ke tempat tersebut. Tarif ditinggikan dengan harapan pemerintah kabupaten/kota bisa mengambil manfaat maksimal.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Manfaat Bekicot

Manfaat Bekicot

A. Komposisi Bekicot

Bagian tubuh bekicot terdiri atas rumah (cangkang), daging atau kaki dan isi perut. Rumah bekicot berfungsi untuk melindungi tubuh dari penguapan. Daging bekicot merupakan bagian yang bisa dikonsumsi. Sedangkan isi perut bekicot meliputi seluruh saluran pencernaan yang terdiri dari mulut, rongga mulut, tenggorokan, tembolok, lambung, usus dan dubur serta alat-alat tubuh lainnya seperti jantung, hati, limpa, ginjal dan sebagainya.

Komposisi kimia tepung kaki dan perut bekicot rebus (%):
Protein Kasar: 57,08; Lemak: 3,34; Serat Kasar: 2,05; Abu: 13,88; Kalsium: 1,58; Fosfor: 1,48

Komposisi kimia tepung kaki dan perut bekicot mentah (%):
Protein Kasar: 46,03; Lemak: 7,62; Serat Kasar: 2,28; Abu: 11,14; Kalsium: 3,62; Fosfor: 1,61

Kandungan kalsium seluruh bagian yang lunak dari bekicot berkisar antara 1-8%, tergantung kepada derajat pembersihan rumahnya. Di samping itu adanya telur yang terdapat di dalam perut bekicot akan turut mempengaruhi kandungan kalsium tersebut. Bekicot sangat kaya akan protein. Kadar proteinnya berkisar antara 50 – 60%.

 

B. Asam Amino Daging Bekicot

Dari hasil penelitian, ternyata daging bekicot mengandung asam amino yang sangat diperlukan tubuh. Kandungan asam amino pada bekicot tersebut adalah sebagai berikut:

(Dalam g/100g berat kering)
Asam Amino Esensial :
Isoleusin: 2,64; Leusin: 4,62; Lisin: 4,35; Metionin 1,00; Sistin: 0,60; Fenilalanin: 2,62; Tirosin: 2,44; Treonin: 2,76; Valin: 3,07 .

Bukan Asam Amino Esensial :
Arginin: 4,88; Histidin: 1,43; Alanin: 3,31; Asam aspartat: 5,98; Asam glutamat: 8,16; Glisin: 3,82; Prolin: 2,79; Serin: 2,96.

Dari data di atas ternyata daging bekicot mengandung asam amino lebih tinggi dibanding dengan telur, terutama asam amino esensial (pembatas), seperti Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Sitin, Treonin, Triptofan dan Valin. Sifat ini menguntungkan sekali mengingat asam amino pembatas merupakan penentu dari protein yang dapat dimanfaatkan tubuh. Artinya, asam amino dari protein konsumsi yang telah terurai di dalam tubuh akan diserap sebanyak asam amino esensial yang paling rendah.

Dengan demikian pemanfaatan daging bekicot dalam menu sehari-hari secara langsung telah menyumbang asam amino pembatas bagi bahan makanan lain. Lisin di dalam daging bekicot dapat mengatasi masalah keterbatasan Metionin, Triptofan, dan Lisin dalam bahan makanan pokok, seperti beras, jagung, dan sebagian besar jenis umbi-umbian.

Asam amino Sistin dan Tirosin yang terkandung dalam daging bekicot berfungsi untuk membantu sintesa Metionin dan Fenilalanin di dalam tubuh, sehingga dapat melengkapi kekurangan asam amino yang mengandung sulfur, yaitu Sitin dan Metionin pada konsumsi biji-bijian berlemak. Daging bekicot kaya akan vitamin B komplek, terutama vitamin B2. B komplek mempunyai fungsi cukup befarti dalam metabolisme karbohidrat, asam amino, dan asam lemak . Vitamin ini berperan pula dalam proses oksidasi dan reduksi intraseluler, membantu dehidrogenase, aktif dalam enzim asetilase, dan diduga berperan pula dalam penyusunan sel darah merah.

Perlu diingat dalam mengkonsumsi daging bekicot hendaknya bersamaan dengan sayuran atau buah-buahan. Maksudnya agar asam organik dari sayuran atau buah-buahan dapat meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pencernaan, mengingat daging bekicot mengandung mineral kalsium dan fosfor cukup tinggi.

Categories
Pendidikan

Struktur Tubuh Bekicot

Tubuh bekicot secara sederhana dapat dibagi dalam dua bagian yaitu bagian luar yang keras sebagai rumah disebut pula cangkang dan bagian dalam yang lunak disebut badan.

Struktur Tubuh Bekicot

A. Cangkang Bekicot

Bekicot bercangkang besar, padat berbentuk piramid (seperti kerucut) dengan spira (lilitan seperti sekrup) dan dasar cangkang yang membulat. Cangkang bekicot yang telah dewasa mempunyai panjang sekitar 10 cm sampai 12 cm, lebar 4-5 cm, dan berat 100-120 gr. Lingkar cangkang mempunyai arah putaran ke kanan.

Fungsi cangkang selain sebagai rumah juga untuk mempertahankan diri dari musuh dan untuk memperkecil penguapan tubuhnya. Sebagian besar penyusun cangkang adalah zat kapur sehingga cangkang tersebut sangat keras. Komposisi cangkang bekicot adalah protein 28 %, serat kasar 1 %, kalsium 25 %, fosfor 0,14 %

Bagian Dalam Bekicot

Badan bekicot bersifat lunak dan ini yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan manusia dan ternak. Tubuh tersebut dapat dijulurkan ke luar cangkang seperti umumnya keong-keong yang lain. Gerakan menjulur tersebut dilakukan dengan bantuan otot columela yang terbentang ke dalam sampai puncak spira. Berikut ini adalah bagian dalam bekicot :

a. Kepala Bekicot

Terdapat di bagian depan tubuh dan dapat dilihat dengan jelas. Ada sebuah mulut yang dilengkapi dengan gigi parut (radula). Bekicot mempunyai dua buah tentakel sebagai alat peraba (perasa yang mudah ditarik ke dalam bila menyentuh sesuatu benda dan mudah digerakkan dari sisi ke sisi sambil mengubah panjangnya. Tentakel ini berguna untuk merasakan perubahan suhu tubuhnya, sebagai petunjuk jalan, dan sebagai petunjuk adanya makanan. Dua tanduk yang lain mempunyai dua buah bintik hitam yang berfungsi sebagai mata untuk membedakan keadaan gelap dan terang.

Di sisi kanan badan, tepat di belakang kepala terdapat lubang kelamin (porus genital). Separuh bagian atas lubang berlaku sebagai vagina sedangkan separuhnya lagi adalah tempat penis keluar.

 

b. Kaki Bekicot

Bekicot bergerak menggunakan kaki yang melebar yang terdapat di bawah badan. Gerakan ini berupa kontraksi berurutan yang dilakukan oleh otot tubuh. Pada bagian bawah kaki terdapat kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir pada saat berjalan. Berkat lendir tersebut bekicot dapat berjalan di atas pisau cukur yang tajam tanpa menderita luka pada tubuhnya. Namun lendir tersebut menjadi bumerang baginya karena di sepanjang tempat yang ia lewati akan terlihat bekas lendir yang mengering berwarna putih mengkilat yang bisa menjadi pertanda bagi musuhnya. Pada tanah yang basah dan lembap lendir tidak akan keluar.

 

C. Alat pencernaan Bekicot

Alat pencernaan meliputi mulut dengan bibir lebar yang diikuti oleh faring yang berotot. Rahangnya bertanduk di bagian atas dan pada rongga mulut di belakang rahang terdapat gigi parut (radula) yang berbentuk pita melebar dengan 120 baris gigi. Gigi-gigi tersebut tampak menonjol keluar saat bekicot hendak makan. Gerakan gigi ini melintang (transvalis) sehingga menyebabkan gigi selalu siap untuk mengunyah.

Melalui kerongkongan makanan yang telah siap dikunyah masuk ke tembolok untuk disimpan sementara. Selanjutnya makanan mengalami proses pencernaan di lambung. Selesai dicerna makanan masuk ke usus. Di sini terjadi proses penyerapan. Sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui dubur.

 

d. Alat Reproduksi Bekicot

Seperti keong berparu-paru pada umumnya, bekicot juga merupakan hewan hermafrodit. Setiap individu mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang disebut ovotestis. Warnanya putih atau kekuning-kuningan dan menghasilkan telur atau sperma. Ovotestis ini menempel di samping jaringan hati.

Saluran untuk keluarnya sel kelamin jantan dan betina disebut ductus hermaproditus. Saluran ini mempunyai satu tonjolan yang disebut verticulum. Setelah itu ada saluran spermaviduct yang fungsinya sebagai uterus (rahim) selama pertumbuhan telur.

Spermaviduct bercabang menjadi dua saluran yang hampir sama. Bagian pertama adalah vas deferens yang berlubang sempit dan tidak rata untuk membawa sperma ke penis. Bagian kedua adalah saluran kelamin betina yang ujungnya berakhir pada vagina. Kandung sperma (spermateca) juga berfungsi untuk memberi makan pada sperma dengan cara pergantian kulit ari dindingnya. Lanjutan dari vas deferens adalah penis yang diselubungi oleh sarung penis. Penis bekicot mempunyai panjang 2,5-4 cm yang bersama-sama vagina berakhir pada serambi genetalis dan berakhirnya berupa suatu lubang alat kelamin yang terletak di sebelah kanan bagian belakang tentakel. Bibir lubang ini berwarna putih kekuning-kuningan.

Categories
Pendidikan

Bekicot Adalah

Bekicot Adalah

BEKICOT (Achatina sp.)

Bekicot yang dulu dikenal sebagai hama tanaman ini, sekarang sudah mulai dibudidayakan orang untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri. Melihat kondisi masyarakat kita pada umumnya di pedesaan, kebutuhan akan protein hewani sulit terpenuhi. Sebab harga makanan sumber protein hewani relatif mahal, dan sulit diperoleh. Oleh sebab itu perlu diupayakan sumber protein hewani yang murah dan mudah diupayakan. Salah satu sumber protein yang sekarang mulai dilirik orang yaitu bekicot. Dari segi protein, bekicot tidak kalah bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, telur dan sebagainya. Selain untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, bekicot ini juga bisa mendatangkan penghasilan yang cukup bila pengelolaannya benar.

Secara historis diperoleh kepastian bahwa bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Selanjutnya karena mudah berkembang biak, menyebar ke seluruh kawasan dunia, mulai dari kepulauan Bismark di Inggris, Birma, Ceylon (Srilanka), Cina, Hawai, Hongkong, India, Jepang, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Di negara kita bekicot pertama kali ditemukan tahun 1922 di Buitenzorg (sekarang Bogor) yang masuk melalui Singapura. Pada zaman Jepang bekicot banyak dimanfaatkan di beberapa daerah di negara kita untuk dimakan. Setelah masa kemerdekaan hewan ini sudah tidak dihiraukan lagi. Baru beberapa tahun terakhir ini bekicot mulai ramai lagi dibicarakan karena banyak mendatangkan keuntungan. Akhirnya bermunculanlah pedagang dan peternak bekicot yang semuanya ingin mereguk keuntungan.

Di dalam negeri umumnya bekicot masih dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sedangkan di luar negeri seperti Prancis, Jerman, dan Jepang banyak yang memanfaatkan bekicot sebagai makanan. Untuk memenuhi kebutuhan akan bekicot, negara-negara tersebut perlu mendatangkan dari negara lain termasuk Indonesia. Keadaan seperti ini merupakan angin segar bagi peternak di Indonesia untuk membudidayakan bekicot secara intensif yang nantinya dapat diekspor. Di pasar internasional, sasaran ekspor Indonesia adalah Belanda, Jerman Barat, Kanada, Belgia, Luxemburg, Taiwan, Singapura, Hongkong, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan yang terbesar ke negara Escargot yaitu Prancis.

Program pemerintah adalah peningkatan produksi ekspor nonmigas. Oleh karena itu, dalam menunjang kebijaksanaan pemerintah dan juga dukungan terhadap program pembangunan perikanan dan peternakan, perlu diusahakan pola budidaya bekicot yang dapat dikerjakan oleh masyarakat luas dan dapat dijadikan lapangan kerja Baru.

Klasifikasi dan Identifikasi Bekicot

Bekicot merupakan hewan lunak (moluska) dari kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Memang , bekicot menggunakan bagian bawah tubuhnya (perut) untuk berjalan. Berbeda dengan jenis keong air yang berinsang, bekicot menggunakan paru-paru untuk bernapas, sehingga bekicot dimasukkan ke dalam ordo Pulmonata. Secara rinci bekicot dikelompokkan ke dalam famili Achatinidae. Dari famili ini ada dua jenis bekicot yang terdapat di Indonesia yaitu Achatina fulica dan Achatina variegata.

Perbedaan kedua jenis bekicot tersebut dapat dilihat secara mudah dari bentuk cangkang dan pola garis cangkang. Achatina fulica bercangkang lebih ramping (runcing) dan pola garis pada cangkangnya tidak terlalu nyata (halus). Sedangkan Achatina variegata berpenampilan lebih bulat (gemuk) dan pola garis cangkangnya lebih tegas berwarna cokelat lenggak-lenggok.