Categories
Pendidikan

Struktur Tubuh Bekicot

Tubuh bekicot secara sederhana dapat dibagi dalam dua bagian yaitu bagian luar yang keras sebagai rumah disebut pula cangkang dan bagian dalam yang lunak disebut badan.

Struktur Tubuh Bekicot

A. Cangkang Bekicot

Bekicot bercangkang besar, padat berbentuk piramid (seperti kerucut) dengan spira (lilitan seperti sekrup) dan dasar cangkang yang membulat. Cangkang bekicot yang telah dewasa mempunyai panjang sekitar 10 cm sampai 12 cm, lebar 4-5 cm, dan berat 100-120 gr. Lingkar cangkang mempunyai arah putaran ke kanan.

Fungsi cangkang selain sebagai rumah juga untuk mempertahankan diri dari musuh dan untuk memperkecil penguapan tubuhnya. Sebagian besar penyusun cangkang adalah zat kapur sehingga cangkang tersebut sangat keras. Komposisi cangkang bekicot adalah protein 28 %, serat kasar 1 %, kalsium 25 %, fosfor 0,14 %

Bagian Dalam Bekicot

Badan bekicot bersifat lunak dan ini yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan manusia dan ternak. Tubuh tersebut dapat dijulurkan ke luar cangkang seperti umumnya keong-keong yang lain. Gerakan menjulur tersebut dilakukan dengan bantuan otot columela yang terbentang ke dalam sampai puncak spira. Berikut ini adalah bagian dalam bekicot :

a. Kepala Bekicot

Terdapat di bagian depan tubuh dan dapat dilihat dengan jelas. Ada sebuah mulut yang dilengkapi dengan gigi parut (radula). Bekicot mempunyai dua buah tentakel sebagai alat peraba (perasa yang mudah ditarik ke dalam bila menyentuh sesuatu benda dan mudah digerakkan dari sisi ke sisi sambil mengubah panjangnya. Tentakel ini berguna untuk merasakan perubahan suhu tubuhnya, sebagai petunjuk jalan, dan sebagai petunjuk adanya makanan. Dua tanduk yang lain mempunyai dua buah bintik hitam yang berfungsi sebagai mata untuk membedakan keadaan gelap dan terang.

Di sisi kanan badan, tepat di belakang kepala terdapat lubang kelamin (porus genital). Separuh bagian atas lubang berlaku sebagai vagina sedangkan separuhnya lagi adalah tempat penis keluar.

 

b. Kaki Bekicot

Bekicot bergerak menggunakan kaki yang melebar yang terdapat di bawah badan. Gerakan ini berupa kontraksi berurutan yang dilakukan oleh otot tubuh. Pada bagian bawah kaki terdapat kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir pada saat berjalan. Berkat lendir tersebut bekicot dapat berjalan di atas pisau cukur yang tajam tanpa menderita luka pada tubuhnya. Namun lendir tersebut menjadi bumerang baginya karena di sepanjang tempat yang ia lewati akan terlihat bekas lendir yang mengering berwarna putih mengkilat yang bisa menjadi pertanda bagi musuhnya. Pada tanah yang basah dan lembap lendir tidak akan keluar.

 

C. Alat pencernaan Bekicot

Alat pencernaan meliputi mulut dengan bibir lebar yang diikuti oleh faring yang berotot. Rahangnya bertanduk di bagian atas dan pada rongga mulut di belakang rahang terdapat gigi parut (radula) yang berbentuk pita melebar dengan 120 baris gigi. Gigi-gigi tersebut tampak menonjol keluar saat bekicot hendak makan. Gerakan gigi ini melintang (transvalis) sehingga menyebabkan gigi selalu siap untuk mengunyah.

Melalui kerongkongan makanan yang telah siap dikunyah masuk ke tembolok untuk disimpan sementara. Selanjutnya makanan mengalami proses pencernaan di lambung. Selesai dicerna makanan masuk ke usus. Di sini terjadi proses penyerapan. Sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui dubur.

 

d. Alat Reproduksi Bekicot

Seperti keong berparu-paru pada umumnya, bekicot juga merupakan hewan hermafrodit. Setiap individu mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang disebut ovotestis. Warnanya putih atau kekuning-kuningan dan menghasilkan telur atau sperma. Ovotestis ini menempel di samping jaringan hati.

Saluran untuk keluarnya sel kelamin jantan dan betina disebut ductus hermaproditus. Saluran ini mempunyai satu tonjolan yang disebut verticulum. Setelah itu ada saluran spermaviduct yang fungsinya sebagai uterus (rahim) selama pertumbuhan telur.

Spermaviduct bercabang menjadi dua saluran yang hampir sama. Bagian pertama adalah vas deferens yang berlubang sempit dan tidak rata untuk membawa sperma ke penis. Bagian kedua adalah saluran kelamin betina yang ujungnya berakhir pada vagina. Kandung sperma (spermateca) juga berfungsi untuk memberi makan pada sperma dengan cara pergantian kulit ari dindingnya. Lanjutan dari vas deferens adalah penis yang diselubungi oleh sarung penis. Penis bekicot mempunyai panjang 2,5-4 cm yang bersama-sama vagina berakhir pada serambi genetalis dan berakhirnya berupa suatu lubang alat kelamin yang terletak di sebelah kanan bagian belakang tentakel. Bibir lubang ini berwarna putih kekuning-kuningan.